Sindrom sarang
burung kosong merupakan sebuah perasaan yang
terjadi pada orang tua setelah mendapati anak mereka tumbuh dewasa dan bersiap meninggalkan
rumah. Oleh karenanya orang tua akan memiliki emosi yang campur aduk dan
memiliki perasaan tidak bahagia maupun kehilangan (Al Ubaidi, 2017). Itu
merupakan perasaan yang menyedihkan bagi orang tua karena mereka dengan tiba-
tiba tidak mendapati keberadaan anak yang biasa mereka rawat jauh dari
pandangan dan tidak terjangkau.
Kejadian ini
biasa terjadi pada orang tua yang mendapati anak mereka tumbuh dewasa dan mulai
membangun hidup mandiri. Itu bisa terjadi tatkala; anak meninggalkan rumah guna
melanjutkan belajar ditingkat yang lebih tinggi maupun mendapati anak membangun
keluarga sendiri. Masa ini adalah masa tersulit yang dialami oleh orang
tua.
Nah, hal apa saja yang diperlukan dalam
menghadapi Sindrom Sarang Kosong?
1. Berfikir Positif
Setiap orang tua
harus mempersiapkan diri akan datangnya masa ini. Orang tua harus ikhlas dan menyadari
bahwa anak mereka sudah tumbuh dewasa dan mempunyai kehidupan sendiri. Biarkan
anak belajar dari kesalahan dan menambah pengalaman sehingga tumbuh menjadi
pribadi yang lebih dewasa.
2. Tetap Menjalin Komunikasi
Untuk mengurangi
perasaan kehilangan maupun depresi orang tua dapat menggunakan berbagai media
guna berkomunikasi dengan anak. Orang tua dapat melakukan telepon, saling
berkirim pesan singkat, melakukan Video
Call. Sehingga orang tua tidak secara langsung hilang kontak dengan anak
mereka.
3. Temukan Kegiatan Baru
Dengan tetap melakukan kegiatan yang menyenangkan fokus berfikir
orang tua tidak hanya tertuju pada anak saja. Namun pada kegiatan yang
dilakukan setiap hari. Melakukan hobi atau pergi bersama kolega mampu merelease
emosi yang tidak stabil.
4. Luangkan Waktu Bersama
Meski tidak setiap hari orang tua yang telah mendapati
anaknya tumbuh dewasa dapat berjumpa, mereka dapat menikmati kegiatan bersama
tatkala berkumpul. Dapat dilakukan dengan sesuatu yang sederhana seperti; makan
makanan kesukaan besama, pergi ke tempat yang disukai.
5. Persiapkan Diri
Mempersiapakan rencana sejak dini diharapkan mampu
mengurangi gejolak emosi orang tua. Persiapan ini meliputi persiapan mental dan
juga material karena orang tua harus mampu melangsungkan kehidupan tanpa
bergantung pada anak dikemudian hari.

0 Comments